NAFSU PADA DIRI MANUSIA
Al-Quran menyebut adanya nafsu pada diri manusia, yang mampu menimbulkan keinginan-keinginan. Nafsu ini berada pada tataran terendah, karena berpotensi untuk mengajak kepada keburukan, yang disebut nafsu amarah sebagaimana disebutkan dalam QS Yusuf (12) ayat 53,
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang [QS Yusuf (12): 53].
Dalam al-Quran disebutkan bahwa nafsu itu ada juga yang merupakan annafs al-mutmainnah, yang mengajak kepada kebaikan. QS al-Fajr (89) ayat 27-30 menyebutkan,
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ [٢٧] ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ[٢٨] فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ [٢٩] وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ [٣٠]
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai- Nya Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga- Ku [QS al-Fajr (89): 27-30].
Diakui dan disadari oleh manusia bahwa potensi nafsu inilah yang mendorong manusia maju dalam segala hal.
Referensi : Himpunan Putusan Tarjih ( HPT ) jilid 3, jilid 3, bab Strategi Kebudayaan Manusia. Hal 173. Penerbit Suara Muhammadiyah.
•┈•●●◎❅❀❦❖❖❀❅◎●●•┈•
Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.
